TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Sesosok bayi perempuan ditemukan tergeletak di tanah kosong kompleks Perumahan Citra Pesona, Kelurahan Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jumat (24/5/2024).
Bayi dalam keadaan sehat dan diduga baru lahir.
Kasat Reskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntar Arif Setyoko, mengatakan, bayi tersebut ditemukan sekitar pukul 06.30 karena ada warga yang mendengar suara tangisan.
"Ada warga mendengar suara tangisan bayi dari arah tanah kaveling di seberang rumahnya. Kemudian langsung didekati dan ditemukan bayi tergeletak," kata Guntar.
Menurut Guntar, bayi tersebut ditemukan tergeletak di tanah, tepatnya di bawah pohon pepaya.
Mirisnya lagi, bayi tersebut ditemukan tanpa mengenakan pakaian.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke petugas keamanan perumahan dan dan diteruskan ke polisi.
"Bayi dalam keadaan sehat dan tali pusar masih utuh. Dari hasil pemeriksaan tim medis, bayi tersebut kemungkinan baru dilahirkan kurang lebih dua jam sebelum ditemukan," jelas Guntar.
"Jenis kelamin perempuan dengan berat badan 2,8 kilogram, dengan panjang 48 sentimeter," jelasnya.
Untuk sementara, kata dia, bayi tersebut kini dirawat di Puskesmas Kroya 1. Dia mengatakan, masih menyelidiki temuan bayi tersebut.
Polisi sedang berupaya mengidentifikasi orangtua bayi malang tersebut. "Kami masih melakukan pendalaman, sudah ada beberapa saksi di sekitar lokasi yang kami mintai keterangan," paparnya.
Kasus Majenang
Dua bulan sebelumnya, pada 23 Maret silam, jasad bayi perempuan dibuang ke saluran irigasi di Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Hanya dalam tempo lebih kurang 24 jam, polisi berhasil mengungkap kasus tersebut.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengungkapkan, pembuang bayi tersebut tak lain ibunya sendiri
Ibu bayi tersebut, ADS, seorang remaja berusia 15 tahun 10 bulan, yang masih berstatus pelajar. Pada saat itu, ADS dirawat di RSUD Majenang akibat pendarahan.
“Pada hari Sabtu (24/3), kami mendapat laporan dari rumah sakit ada seorang wanita yang dirawat dengan kondisi pendarahan.
Kemudian tim kami langsung mendatanginya. Dari hasil interogasi, wanita tersebut mengaku merupakan ibu dari bayi yang dibuangnya,” ujar Ruruh dalam konferensi pers, Senin (26/3) silam.
Ruruh mengatakan, pelaku yang masih di bawah umur tersebut mengaku melahirkan di rumah tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
”Sesaat setelah bayi dilahirkan, mulut bayi itu disumpal dengan pakaian dalam sehingga menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia. Setelah itu oleh pelaku bayi tersebut di bawa keluar rumah dan dibuang ke saluran irigasi,” ujarnya. (kps/Tribunnews/pnk)